Cara Merawat dan Memperbaiki Kerusakan Transmisi Matic Mobil



 

Mobil matic memang lebih praktis dan mudah untuk dikendarai, apalagi di jalanan macet seperti jakarta mengendarai mobil matic lebih memudahkan karena tak perlu kaki kiri menginjak pedal kopling terus-terusan ketika terjebak macet yang bikin kaki menjadi pegal.

Namun sayangnya, mobil matic seringkali mengalami masalah terutama di bagian sistem transmisinya. Masalah pada sistem transmisi matic bisa disebabkan oleh berbagai faktor seperti karena lalai mengganti oli transmisi matic yang berkontribusi 85% terhadap permasalahan transmisi mobil matic, sisanya 10% disebabkan karena keliru saat mengoperasikan mobil dan 5% karena faktor usia pakai. Sistem transmisi matic yang rusak atau macet tentu saja membuat berkendara menjadi tidak nyaman. Untuk itulah perlu dilakukan reparasi terhadap sistem transmisi matic yang bermasalah tersebut. Berikut ini yonan akan sampaikan bagaimana mengatasi transmisi matic yang macet atau bermasalah mengutip penjelasan dari otospector.com

Ketahui dulu penyebab masalahnya.
Dengan mengetahui penyebab masalahnya, anda akan menemukan solusinya dengan tepat. Berikut ini disampaikan beberapa penyebab transmisi matic bermasalah atau rusak:
  • Terbiasa tidak memindahkan tuas transmisi di posisi N ketika berhenti lama. Hal tersebut merupakan kebiasaan buruk yang berkontribusi terhadap kerusakan transmisi matic. Kebiasaan tersebut membuat kerja transmisi matic menjadi berat karena dipaksa bekerja ketika suplai angin sangat terbatas. Jadi, selalu pindahkan tuas ke posisi N ketika berhenti lama agar transmisi matic tidak mudah rusak.
  • Selalu tergesa-gesa dalam berkendara yaitu segera memindahkan tuas transmisi ke posisi D setelah mesin nyala kemudian langsung menginjak pedal gas. Kebiasaan ini mengakibatkan katup solenoid pada sistem transmisi matic menjadi mudah rusak.
  • Terlalu sering melakukan engine brake tanpa melihat posisi RPM. Engine brake yang merusak sistem transmisi matic adalah ketika melakukan engine brake saat putaran mesin di atas 3000 rpm karena jika engine brake dilakukan pada saat putaran mesin menunjukkan angka di atas 3000 rpm maka hal ini akan menyebabkan hard friction yang membuat masa pakai kopling gesek di dalamnya menjadi berkurang.
  • Memindahkan tuas dari posisi D ke R tanpa menunggu mobil berhenti. Hal ini juga turut berkontribusi merusak sistem transmisi matic pada bagian internal dan eksternalnya. Untuk itulah, pindahkan tuas ke posisi R ketika mobil sudah berhenti.
  • Menahan transmisi di posisi gigi 1 secara terus menerus. Hal ini akan menyebabkan kerja kopling menjadi lebih berat yang bisa berujung kerusakan sistem transmisi.

Bagaimana memperbaiki transmisi matic yang bermasalah atau macet tersebut? Berikut ini langkah-langkahnya:
  1. Pada bagian ECU (Engine Control Unit) lakukanlah reset.
  2. Jika proses di atas belum berhasil mengatasi masalah transmisi matic, anda bisa lakukan pembersihan pada bagian body katup mobil kemudian mengganti oli mobil matic. Gunakan jenis oli yang direkomendasikan oleh APM mobil tersebut. Jika sampai tahapan ini transmisi matic belum juga berfungsi seperti sedia kala, cobalah..
  3. Kuras oli transmisi matic mobil anda. Bersihkan hingga seluruh kotoran yang mengendap bisa ikut terbuang secara menyeluruh. Proses pembersihan tersebut harus dilakukan oleh mekanik profesional yang berpengalaman dalam menguras oli transmisi matic dengan peralatan yang memadai. Pada saat pembersihan, jangan lupa membersihkan juga komponen transmisi matic sehingga seluruh kotoran yang menyumbat bisa dihilangkan secara menyeluruh.
  4. Jika semua langkah di atas sudah dilakukan namun transmisi matic masih bermasalah, anda perlu melakukan pembongkaran sehingga bisa terdeteksi penyebab sesungguhnya.

Untuk mencegah transmisi matic bermasalah, anda harus telaten merawatnya dengan cara-cara berikut:
Rutin ganti oli transmisi matic anda sesuai anjuran ATPM mobil anda. Seperti yang telah disampaikan sebelumnya, permasalahan transmisi matic umumnya akibat kelalaian dalam mengganti oli transmisi matic yang berujung kerusakan atau macetnya kerja transmisi matic. Walaupun belum mencapai kilometer yang dianjurkan untuk mengganti oli transmisi, namun oli transmisi sudah berwarna kecoklatan dengan serbuk besi halus di dalamnya sebaiknya langsung diganti saja oli transmisinya. Tidak kalah pentingnya untuk memastikan tidak ada kebocoran pada oli transmisi, volumenya mencukupi dan warnanya merah transparan. Jika hal tersebut sudah dilakukan, langkah berikutnya adalah memperhatikan cara mengemudi anda. Pastikan tidak melakukan engine brake ketika rpm di atas 3000, tidak tergesa-gesa mengemudi ketika mesin baru menyala, tidak memindahkan tuas ke posisi R ketika mobil masih bergerak, dan pindahkan tuas ke posisi N ketika berhenti lama.

Itulah beberapa cara memperbaiki transmisi matic yang bermasalah. Permasalahan pada transmisi matic memang sangat mengganggu kenyamanan kita dalam berkendara. Untuk itulah lakukan perawatan secara berkala dengan mengganti oli secara rutin dan melakukan servis berkala ke bengkel resmi dan terpercaya merupakan hal yang sangat penting dalam upaya merawat transmisi matic. Akhir kata semoga artikel ini memberikan wawasan bagi saya pribadi dan pembaca sekalian tentang perawatan transmisi matic dan cara perbaikannya ketika terjadi masalah. (*)





Selamat Datang, Semoga Anda Selalu Sehat. Layanan Pengajuan Harga Khusus Customer Fleet Mitsubishi Fuso, Canter, L300 dan Xpander Hubungi 0852-1520-0246